Dia Mengerti Dia Peduli

17 Maret 2009

tak ada jalan terbuka
tak ada lagi waktu
terlambat sudah ..

Tuhan tak pernah berdusta ,,
Dia slalu pegang janjiNya
bagi orang percaya ,,
muzizat nyata ..

Dia mengerti
Dia peduli
persoalan yang sedang terjadi

Dia mengerti
Dia peduli
persoalan yang kita alami

namun , satu yang Dia minta
agar kita percaya
sampai muzizat
menjadi nyata

back to ~ sampai akhir lagi
(Delon Feat Superkids)


Tuhan…Semoga Jabang Bayinya Baik-Baik Saja

11 Maret 2009

Tepatnya tanggal 10 Maret 2009 jam 18.00 wib saya naik bus trans jakarta jurusan kalideres. Saya termasuk orang yang beruntung karena bisa mendapatkan tempat duduk. Ketika bus yang saya tumpangi tiba di halte harmoni, saya melihat seorang ibu hamil yang sudah keringatan masuk ke bus dan mencoba mencari tempat duduk yang kosong. Tampak mukanya pucat, itu bisa terlihat dari raut mukanya. Sejenak saya memandang dia dan tanpa pikir panjang saya mencoba menawarkan tempat duduk. ‘Bu…duduk disini saja’, sapaku. Dengan sisa tenaga setelah berjuang mengantri untuk mendapatkan tempat duduk, dia mencoba menyapaku dan mengucapkan terima kasih. ‘Terima kasih mas..’, kata ibu hamil tadi. Pandangan saya masih tertuju ke ibu hamil tadi. Alangkah terkejutnya saya ketika melihat raut wajahnya yang semakin pusat. ‘Ya Tuhan semoga tidak terjadi hal yang buruk dengan ibu ini. Saya cuma bisa membantumu ibu dengan merelakan tempat duduk saya’ kataku dalam hati.


Turut Berduka Cita

13 Oktober 2008

Turut berduka cita atas meninggalnya YM Mgr. Eduardus Sangsun, SVD tadi malam sekitar pukul 01.30 WIB(13 Oktober 2008) di Jakarta. Semoga arwahnya mendapat peristirahatan yang kekal bersama para malaikat di Surga. Amin


Benarkah Andaryoko Wisnuprabu Adalah Supriadi

12 September 2008

Akhir-akhir ini kita digoncangkan dengan kehadiran seorang tokoh yang mengaku dirinnya sebagai supriadi, mantan komandan PETA sekaligus sebagai komandan pemberontakan PETA di Blitar tahun 1945. Dia diberitakan menghilang secara misterius. Ada yang mengatakan beliau telah gugur, akan tetapi tak seorang pun pernah tahu di mana kuburannya. Hal ini telah menjadi sebuah misteri bagi kita hampir selama 63 tahun. Benarkah Andaryoko Wisnuprabu adalah supriadi, sang pahlawan yang menghilang secara misterius tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah. Kita tidak bisa menerima begitu saja karena hal ini sangat penting bagi fakta sejarah perjuangan kemerdekaan Negara kita ini. Oleh karena itu, hal yang mungkin untuk dilakukan adalah meneliti lebih lanjut tentang hal ini. Hal ini sangat penting untuk melengkapi fakta sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Terlepas dari benar atau tidaknya nanti Andaryoko Wisnprabu adalah Supriadi ada beberapa hal penting yang patut kita garis bawahi. Jika benar dia adalah supriadi yang selama ini menjadi misteri maka hal ini akan sangat penting bagi kita untuk menata kembali fakta sejarah Negara kita yang belum begitu jelas. Beliau bisa saja menjadi saksi kunci dari beberapa fakta sejarah yang masih menyisakan pertanyaan bagi kita. Akan tetapi, sebaliknya jika tidak, hal ini dilihat sebagai suatu lemahnya kesadaran akan pentingnya sejarah dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap sejarah. Akibatnya, sejarah bangsa ini begitu mudah dibelokkan dan dimanipulasi.


Pemkab Manggarai Putihkan Kendaraan Dinas

9 Agustus 2008

RUTENG, PK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai saat ini tengah menginventarisir kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat untuk diputihkan (dihapus dari daftar barang inventaris milik pemerintah–Red). Pemutihan kendaraan dinas mengacu pada aturan yang berlaku dan sesuai dengan tahun rakitan/pembuatan.
“Sesuai aturan, usia kendaraan di atas lima tahun diusulkan untuk diputihkan. Inventaris kendaraan sudah ada di meja Pak Wakil Bupati Manggarai,” kata Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Manggarai, Fansy Jahang, menjawab Pos Kupang di Ruteng, Rabu (6/8/2008).
Jahang ditemui menyusul anjuran beberapa PNS saat rapat koordinasi di Bappeda setempat beberapa waktu lalu. Rapat yang dipimpin Bupati Manggarai, Drs. Christuan Rotok itu meminta agar kendaraan dinas yang sudah tua diputihkan.
Jahang menjelaskan, jumlah kendaraan roda dua dan empat lingkup Setkab Manggarai mencapai ratusan unit. Kendaraan itu diajukan untuk sewa beli atau diputihkan karena usianya sudah di atas lima tahun. “Mekanisme pemutihan tergantung pertimbangan dan kebijakan Bupati Manggarai. Semua kendaraan dapat disewabelikan kepada PNS yang sedang menggunakan kendaraan tersebut sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.
Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, ditemui terpisah mengaku pemerintah menyambut positif usulan pemutihan kendaraan demi penghematan ug daeah. (lyn)

Sumber : www.indomedia.com/poskup


Korban Tanah Retak Dapat 30 Rumah

9 Agustus 2008

LABUAN BAJO, PK—Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) korban tanah retak/terbelah di Kampung Lara Mburak, Desa Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mendapat bantuan 30 unit rumah dari pemerintah setempat. Para korban itu direncanakan akan dipindahkan ke Kampung Lalang, Desa Wae Jare, atau di lokasi pembangunan rumah bantuan tersebut.
“Kita sementara bangun 30 unit rumah bantuan bagi korban tanah terbelah sejak tahun 2005 lalu. Dan, kita bangun rumah bukan di desa tempat bencana itu tetapi ke desa tetangga yang lebih aman,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Mabar, Drs. Maximus Bagul, ketika ditemui Pos Kupang di Labuan Bajo,Rabu(6/8/2008).
Menurut Bagul, para korban bencana itu sebelumnya sudah mendapat bantuan bahan bangunan dari pemerintah, namun dikerjakan pada tahun 2008. Tentang lokasi pemindahan para korban, Bagul mengakui semua korban tanah terbelah yang terancam itu dipindahkan ke Kampung Lalang, Desa Wae Jare. “Pemerintah sudah menetapkan lokasi pemindahan warga yang menjadi korban itu ke Kampung Lalang, karena itu saat ini sedang berlangsungnya pembangunan rumah bantuan bagi mereka,” katanya.
Ditanyai soal dana pembangunan itu, Bagul menjelaskan, dana yang digunakan untuk pembangunan 30 unit rumah bantuan di Kampung Lalang itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mabar tahun 2008. “Tahun ini melalui APBD murni kami alokasikan sebesar Rp 300 juta lebih untuk pembangunan rumah itu. Kita harapkan dengan selesainya pembangunan itu, warga yang menjadi korban bisa menempatinya,” jelas Bagul.
Bagu mengatakan, saat ini pembangunan 30 unit rumah itu sudah mencapi 40-an % pekerjaan fisik, sehingga diperkirakan dalam satu atau dua bulan sudah bisa selesai. “Para korban juga kami harapkan bisa menempati nanti kalau sudah selesai pembangunanya sehingga tidak terkesan rumah bantuan itu mubazir,” ujarnya.
Untuk diketahui, tanah retak yang terjadi sepanjang sekitar satu kilometer di Kampung Lara Mburak, Desa Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang, sejak tahun 2005 lalu sampai saat ini masih mengancam warga setempat. Warga sekitar lokasi itu sampai sekarang belum dipindahkan akibat keterlambatan pembangunan rumah bantuan. Jika dalam tahun ini tidak dipindahkan, maka warga tersebut semakin terancam akibat keretakan tanah di kampung itu. (yel)

Sumber : www.indomedia.com/poskup


Anggota Polres Manggarai Dipecat

2 Agustus 2008

RUTENG, PK–Komisi Disiplin Polres Manggarai memecat, Briptu Edward Efendi, seorang anggota polisi di Polres Manggarai. Efendi tidak bisa dipertahankan sebagai anggota polisi karena telah melakukan tindakan yang mencoreng citra polisi, yakni hidup serumah dengan wanita tanpa ikatan perkawinan, meninggalkan tempat tugas dan mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Sidang kode etik pemecatan berlangsung, Selasa (29/7/2008) dipimpin Ketua Kode Etik, Kompol I Nyoman Widjana, didampinmgi Wakil Ketua AKP Hito H, Anggota Kasat Lantas, Iptu Safrudin dan Kasat Intel, Iptu I Ketut Mastina. Sementara terperiksa didampingi Aipda Muhamad Ali.
Dalam pertimbangan sidang kode etik menyebutkan, Briptu Rustam Efendi, terbukti telah hidup dengan seorang perempuan, Maria Magdalena, dan telah dikarunia dua orang anak, yakni Claudio Nandila Saputra dan Aldriano. Sementara Edward memiliki seorang istri sah, Maria Odete Ximenens Bianco dan telah dikarunia lima orang anak.
Selain itu, Briptu Rustam Efendi juga meninggalkan tempat tugas lebih dari 30 hari dan mendirikan LSM. Padahal Rustam masih anggota Polres Manggarai yang harus bertugas menjalankan tugas di Polres Manggarai.
Berdasarkan kelalaian itu, sidang kode etik memutuskan Briptu Rustam tidak bisa dipertahankan sebagai anggota Polri dan berhenti dari anggota polisi.
Menyikapi putusan itu, Efendi mengaku menerima putusan karena dirinya sudah merasa tidak cocok menjadi anggota polri. “Saya menerima untuk keluar dari sebuah sistem yang tidak sesuai dengan nurani saya. Saya sudah nyatakan untuk pensiun dini,”katanya.
Edward mengatakan, pilihan untuk tinggal bersama istri baru karena selama hidup dengan istri nikah selalu bentrok. Bentrokan itu diketahui pimpinan namun tidak memberikan solusi, bahkan cendrung menyalahkan anggota. Hasil putusan sidang kode etik tersebut akan diusulkan ke Polda NTT guna mendapat SK pemecatan. (lyn)

Sumber : www.indomedia.com/poskup


Hotel Bintang IV Plus Dibangun di Labuan Bajo

25 Juli 2008

LABUAN BAJO, PK — Dalam waktu dekat salah satu pengusaha asal Jakarta akan membangun sebuah hotel berbintang IV plus di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Hotel delapan lantai bertaraf intenasional itu sudah ada nama, yakni Hotel Bintang Jayakarta Flores. Diharapkan dengan kehadiran hotel itu dapat memicu perkembangan pariwisata di daerah itu.
Demikian disampaikan Bupati Mabar, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda yang ditemui wartawan di Labuan Bajo, Selasa (22/7/2008).
Menurut Bupati Pranda, salah satu pengusaha asal Jakarta sudah mempersiapkan pembangunan hotel tersebut. Lokasi yang dipilih adalah di bagian selatan Pantai Gorontalo, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.
“Tahun ini hotel bertaraf internasional itu segera dibangun di kota ini. Segala sesuatu menyangkut tanah dan juga dokumen lainnya sudah dipersiapkan. Hotel yang akan dibangun dengan delapan lantai itu sudah langsung diberi nama oleh pengusahanya, yakni Hotel Bintang Jayakarta Flores,” kata Pranda.
Dia menjelaskan, pengusaha asal Jakarta yang membangun hotel tersebut bernama Lukman sehingga dalam waktu satu atau dua bulan bisa terealisir. Dengan adanya penambahan hotel bintang ini maka akan memperbanyak arus kunjungan atau menambah kebetahan para wisatawan yang berkunjung ke daerah itu. “Selama ini kita baru punya satu hotel berbintang, yakni Bintang Flores Hotel dengan konstruksi enam lantai. Dan ini satu-satunya hotel berbintang di NTT. Namun dengan rencana dibangunnya Bintang Jayakarta Flores maka daerah ini memiliki dua hotel berbintang yang sangat representatif,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, salah satu investor asal Jepang sudah selesai membangun hotelnya di Gorontalo dengan konstruksi dua lantai sehingga wilayah Gorontalo menjadi konsentrasi perhotelan di daerah itu.
Tentang wilayah Gorontalo belum tertata dengan baik karena kehadiran sejumlah tempat hiburan, Pranda mengatakan, kondisi itu akan diperhatikan dan dibenahi pemerintah setempat sesusai tata ruang yang ada.
“Daerah ini sudah kita juluki sebagai daerah tujuan wisata. Karena itu kita perlu membenahi semua infrastruktur termasuk perhotelan, selain jalan dan sarana lainnya yang mendukung perkembangan pariwisata. Pemerintah akan membenahi secara bertahap dan berjenjang sesuai perkembangan yang ada, serta kekuatan dana yang disediakan,” ujarnya. (yel)

sumber : www.indomedia.com/poskup